Media Independen

Portal tentang Independensi Media

Tujuh jurnalis raih penghargaan Apresiasi Jurnalis Jakarta (AJJ) 2011

Posted on | January 22, 2012 | No Comments

Apresiasi Jurnalis Jakarta menjadi salah satu penghargaan tahunan bergengsi bagi jurnalis.

Para pemenang Apresiasi Jurnalis Jakarta. Penghargaan bergengsi tahunan.

Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Jakarta telah memilih tujuh  karya terbaik tahun 2011, pada Sabtu, 21 Januari 2012 di Hotel  Santika, Slipi, Jakarta. Penghargaan yang diberi nama Apresiasi  Jurnalis Jakarta (AJJ) 2011 sebagai upaya mengapresiasi dan memotivasi para jurnalis menghasilkan karya yang berstandar tinggi, orisinal dan  berdampak bagi khalayak luas.

Dari kategori feature/in depth reporting, pemenangnya adalah karya  Ahmad Arief (KOMPAS) berjudul “Toba Mengubah Dunia”. Sedangkan untuk kategori investigasi untuk media cetak, pemenangnya adalah karya Wahyu  Dhyatmika (TEMPO) berjudul “Asuransi Hampa Pahlawan Devisa”.

Untuk kategori feature/in depth reporting media televisi adalah karya  Widyaningsih (KOMPAS TV) berjudul,”Terkepung Asap Polusi., dan untuk kategori investigasi media televisi adalah karya Agung Prasetyo (MNC TV) bertajuk, “Semprotan Racun Kimia di Ikan Asin.” Untuk pemenang kategori feature/in depth reporting di media radio  adalah karya Irvan Imamsyah (KBR 68H) berjudul,”Menelusuri Penyerang Cikeusik.”

Sedangkan untuk kategori photo story adalah karya Aditia  Noviansyah (Koran TEMPO) berjudul,”Tidur di Jakarta” dan kategori
photo single adalah karya M. Agung Rajasa berjudul “Razia PMKS.” Para pemenang ini telah menyisihkan puluhan karya jurnalistik yang
tersaring masuk ke meja panitia. Dari televisi sebanyak 22 karya,  radio sebanyak 26 karya, media cetak/online sebanyak 10 karya dan foto
sebanyak 46 karya.

Foto Razia PMKS. Menyentuh nilai-nilai kemanusiaan.

Para pemenang dari setiap kategori, berhak atas sebuah ponsel pintar  dan piagam penghargaan dari AJI Jakarta. ”Kami berharap pemilihan ini dapat memicu para jurnalis untuk menghasilkan karya jurnalistik yang  bermutu,” kata Ketua AJI Jakarta Wahyu Dhyatmika. Dewan juri penghargaan ini adalah Riza Primadi, Salomo Simanungkalit, Heru Hendratmoko, Farid Gaban, Kemal Jufri dan Rommy Fibri. Para dewan juri ini memilih setiap karya secara obyektif tanpa mengetahui identitas jurnalis dan medianya.

Memacu kualitas karya jurnalistik

“Foto essay “Tidur di Jakarta” menurut pendapat saya adalah sebuah  karya foto essay yang berangkat dari sebuah tema yang sangat sederhana dalam kehidupan sehari-hari warga kota Jakarta namun dieksekusi dengan  pendekatan dan konsep yang kreatif, orisinil, cerdas dan jenaka. Hal tersebut didukung oleh komposisi yang apik serta kejelian dalam  memilih momen,” kata Kemal Jufri. Penghargaan ini diberikan dalam acara “Kumpul Jurnalis untuk Kebebasan  Pers”. Lomba ini rutin diadakan AJI Jakarta setiap tahunnya untuk  memacu jurnalis menghasilkan karya yang berbobot tinggi.

Share and Enjoy:
  • Print
  • Digg
  • StumbleUpon
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Yahoo! Buzz
  • Twitter
  • Google Bookmarks

Comments

Leave a Reply






  • Tag

  • Meta

  • Archives

  • Switch to our mobile site